Ada satu tradisi unik yang dilangsungkan secara turun temurun di Desa Adat Tuban. Adalah Siat Geni atau Perang Api—sebuah tradisi di mana masyarakat Tuban melakukan ritual membakar sabut kelapa dengan api sebagai bentuk persembahan. Bagi Anda yang akan berkunjung dan menginap di Hotel Tuban Bali, jangan sampai lupa untuk menyaksikan tradisi ini, ya!
Selidik punya selidik, kata ‘Siat Geni’ berasal dari bahasa Bali dan juga istilah Hindu. Kata ‘sia’ diambil dari bahasa Bali yang artinya ‘perang’, sementara kata ‘geni’ diambil dari istilah Hindu yang identik dengan Dewa Agni atau Dewa Api, yang berarti ‘api’. Sesuai dengan namanya, Siat Geni berarti Perang Api yang dilakukan dalam bentuk peperangan dengan menggunakan sabut kelapa yang dibakar.
Tradisi Siat Geni dilangsungkan dengan membagi para pemuda menjadi dua kelompok. Pemuda yang boleh mengikuti tradisi ini adalah mereka yang suci secara lahir dan batin. Selanjutnya, para pemuda ini akan berperang dengan bersenjatakan bara dari batok kelapa yang sudah dibakar. Tradisi Siat Geni biasanya bertempat di halaman pura saat malam hari dan pada piodalan atau hari jadi Pura Dalam Kahyangan.
Penyelenggaraan tradisi Siat Geni ini tentunya bukan tanpa sebab. Tradisi ini harus dilangsungkan saat piodalan karena pada waktu tersebut dewa dewi akan turun ke bumi. Nah, perang api ini dimaksudkan untuk menyambut pengawal dewa dewi yang disebut sebagai Kala Geni Rudra. Menurut kepercayaan setempat, Kala Geni Rudra ini sangat menyukai api. Diharapkan penyambutan berupa perang api ini akan membuat warga Desa Adat Tuban diberkahi dengan kesejahteraan.
Sebelum memulai tradisi Siat Geni, kelompok pemuda yang terlibat harus melakukan persembahyangan terlebih dahulu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Hal ini dimaksudkan agar tradisi bisa dilakukan dengan lancar, tulus, dan juga ikhlas. Tak hanya itu, persembahyangan dilakukan untuk memberi keselamatan bagi para pelaku tradisi. Setelah selesai, mereka akan dipercikkan air suci sebagai simbol bahwa mereka sudah bersih secara lahir batin.
Meskipun bukan menjadi sebuah kewajiban, namun pemuda di Desa Adat Tuban sangat antusias untuk ikut serta dalam tradisi. Siat Geni ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan selalu digelar secara rutin setiap piodalan. Jadi, bagi Anda yang ingin menyaksikannya, jangan lupa atur rencana perjalanan agar bertepatan dengan piodalan di Tuban, ya!
