Daripada repot menyediakan data center sendiri, banyak perusahaan yang memilih menggunakan jasa provider  seperti Biznet Data Center untuk membantu dalam penyimpanan servernya. Banyak alasannya mengapa hal ini yang dipilih, dari mulai alasan kepraktisan, keamanan, dan berbagai alasan lainnya. Namun, diantara beragam alasan ini, masalah keamanan merupakan salah satu alasan utama penggunaan jasa provider data center.

Dengan menggunakan jasa provider data center, maka keamanan data akan menjadi tanggungjawab pihak provider. Baik keamanan dalam hal penyimpanan data, maupun keamanan dalam hal pengaksesan data. Pihak klien (pemilik data) harus mampu untuk mengakses seluruh data yang dibutuhkan kapanpun dan dimanapun. Karena itulah, pihak provider akan melakukan berbagai upaya yang diperlukan untuk menjaga agar keamanan data milik kliennya ini dapat terjaga.

Lalu, apakah itu berarti data yang tersimpan dalam data center sudah pasti aman? Jawabannya, Tidak. Mengapa demikian?

Pihak provider yang bertanggungjawab, tentunya akan melakukan berbagai upaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi kliennya. Dengan memberikan pengamanan untuk data dalam bentuk fisik, seperti pemasangan kamera CCTV, pemilihan lokasi di tempat yang jauh dari lokasi rawan bencana dan security 24 jam, atau pengamanan dalam bentuk non-fisik, seperti penggunaan anti virus terbaik dan tenaga IT berpengalaman. Namun, bukan berarti seluruh usaha tersebut hanya mengurangi risiko rusaknya data dan bukan memastikan bahwa data akan tersimpan dengan aman.

Kenapa Data di Data Center Bermasalah

Ingatlah, bahwa tidak ada lokasi yang benar-benar terbebas dari kemungkinan terjadinya bencana alam. Dari mulai bencana banjir, longsor, angin, dan berbagai hal lainnya. Selain itu, kondisi cuaca yang semakin tidak menentu beberapa waktu belakangan semakin memperburuk kondisi ini. Bencana inipun memiliki tingkat keparahan yang beragam, dan bisa saja datang secara mendadak. Jika hal ini terjadi di lokasi data center, maka tidak menutup kemungkinan operasional data center akan mengalami masalah. Meskipun misalnya data masih dapat terselamatkan atau tidak hilang, setidaknya kita mungkin akan mengalami kesulitan pengaksesan data ketika dibutuhkan.

Meskipun kondisi tersebut mungkin terjadi, namun tetap saja, akan lebih baik bagi perusahaan untuk tetap menggunakan data center dibandingkan dengan menyimpan sendiri. Karena, provider data center yang bertanggungjawab pasti akan berusaha untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam waktu yang sesingkat-singkat. Sementara, jika kita menyimpan sendiri data center dan masalah ini terjadi, belum tentu kita akan bisa dengan cepat melakukan recovery. Hanya saja, yang paling penting yaitu carilah provider data center yang memiliki reputasi baik dan bertanggung jawab, dengan begini masalah apapun akan dapat terselesaikan dengan baik. (Vita)