Ketika berbicara tentang Dago, pasti yang akan langsung terpikirkan adalah kota Bandung. Yap, hal ini wajar mengingat Dago merupakan salah satu tempat wajib untuk dikunjungi ketika kamu berwisata ke Bandung. Bahkan banyak juga wisatawan yang menginap di Bandung Hotel di area Dago agar bisa mudah mengakses lokasi ini. Kawasan ini terkenal dengan sebutan one stop holiday, karena hanya dengan mengunjungi tempat ini maka kamu sudah bisa menikmati beragam wisata dan sekaligus melakukan shopping.

Sayangnya, banyak wisatawan yang terlalu terfokus pada tempat wisata yang terlihat saja ketika berkunjung ke Dago. Banyak yang tidak tahu bahwa ada satu lagi tempat wisata yang sayang jika dilewatkan, yaitu curug Dago. Wajar memang karena untuk bisa mencapai ke curug ini kamu tidak bisa menggunakan mobil, dan hanya bisa menggunakan motor atau berjalan kaki.

Curug Dago, Bandung

Curug Dago ini terletak di Desa Dago, Kecamatan Coblong, Bandung-Jawa Barat. Jaraknya yaitu sekitar 8 KM dari pusat kota Bandung, ke arah utara. Ada 2 jalan alternatif yang bisa kamu tempuh jika ingin berkunjung ke air terjun ini, yaitu melewati jalan di seberang terminal Dago dan yang kedua yaitu melewati Dago tea house yang ada di Jalan Ir. Djuanda. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kamu hanya bisa menggunakan motor atau berjalan kaki dikedua jalan ini.

Sekitar 100 meter sebelum kamu sampai curug, kamu akan menemukan adanya plang nama curug. Namun karena sudah cukup lama dan tidak adanya perawatan membuat plang ini sudah terkelupas disegala sisinya sehingga tulisannya tidak terlalu jelas. Tidak jauh dari plang tersebut terdapat pelataran luas untuk tempat parkir motor. Selanjutnya kamu hanya perlu berjalan kaki melalui anak tangga. Namun kamu harus sangat berhati-hati karena anak tangga ini cukup curanm dan licin, selain itu pegangannya juga banyak yang tidak ada. Sebab itulah kamu harus menggunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin. Selain itu, tidak banyak papan petunjuk yang tersedia untuk mengarahkan wisatawan menuju ke curug ini, karena itu kamu yang harus aktif bertanya pada penduduk mengenai lokasi curug ini.

Curug Dago merupakan curug yang terbentuk dari aliran sungai Cikapundung yang mengalir dari Maribaya ke kota Bandung. Tidak jauh dari lokasi curug tersebut, ada dua buah prasasti berbentuk batu tulis peninggalan sekitar tahun 1818. Menurut para ahli sejarah, batu tersebut merupakan peninggalan Raja Rama V (Raja Chulalonkorn) dan Raja Rama VII (Pradjathipok Pharaminthara) dari Dinasti Chakri yang pernah berkunjung ke area tersebut.

Bagaimana? Tertarik untuk mengunjungi tempat ini? (Vita)