Suka melihat kemasan produk yang ditempeli dengan stiker label? Nah, bukan hanya semata untuk hiasan, penempelan stiker tersebut biasanya kerap dimanfaatkan untuk meningkatkan brand awareness. Serta, memberikan informasi terkait produk yang dijual pada konsumen. Baik itu, detail produk, komposisi, proses pembuatan, cara penyajian, dan manfaat produk.

Bicara mengenai stiker, apakah kamu tahu, sejarah dibalik kemunculan stiker tersebut? Kalau belum, yuk, baca ulasannya di sini!

Menurut sumber, stiker pertama kali ditemukan sekitar 30 abad yang lalu atau lebih tepatnya saat zaman Mesir Kuno. Ini terbukti dengan temuan arkeologi iklan produk yang ditempel di dinding pasar tradisional Mesir Kuno. Dulunya, iklan ini dibuat memakai bahan baku pasta gandum.

Berlanjut, sekitar tahun 1840, ditemukanlah stiker berbahan dasar kertas oleh Sir Rowland Hill. Dalam pembuatannya, stiker ini ditambahkan dengan perekat khusus yang akan menempel kalau sudah dibasahi bagian belakangnya dan kerap disebut kertas perekat. Kertas perekat inilah yang kemudian diaplikasikan menjadi prangko pos.

Lalu, tahun 1870an, seorang seniman yang berasal dari Inggris bernama Simon Fran├žois Ravenet memodifikasi bahan baku prangko sehingga terciptalah teknik seni lukis yang mentransfer gambar ke media seperti keramik. Atau, disebut dengan Decalcomania dan sekarang dikenal dengan Decal.

Selanjutnya, tahun 1880an kertas perekat pun banyak digunakan oleh pebisnis untuk mencetak iklan produk, yang ditempelkan di tempat-tempat tertentu dan mudah dikenali oleh semua orang. Namun, memang, pada masa itu hasil cetakannya masih belum sempurna karena mudah sekali luntur, terlebih pas pergantian musim.

Di mana, stiker-nya akan langsung hilang kalau sudah berganti musim. Baru kemudian, Ray Stanton Avery, penemu asal Amerika Serikat menemukan stiker yang lebih modern. Menariknya, Ray membuat stiker yang diberi lapisan lengket tipis lalu direkatkan pada kertas cetakan.

Lantaran penemuannya ini akhirnya Ray berhasil mendirikan perusahaan Avery Adhesives. Tak sampai 10 tahun, budaya menempel stiker pun menjamur di kalangan masyarakat Amerika Serikat.

Bahkan, saat konser di negara Tennessee yang diselenggarakan tahun 1940an, pengunjungnya akan mendapatkan stiker dengan tulisan See Rock City. Stiker-stiker ini banyak ditempel di mobil-mobil pengunjung.

Semenjak dari situlah stiker semakin terkenal dan banyak pebisnis yang membuatnya untuk kemasan produk mereka.

Wah, menarik sekali ya ternyata sejarahnya. Sudah tahukan sekarang?