Tidak harus pergi ke rumah sakit atau puskesmas setiap kali Anda ingin mengecek tekanan darah. Cukup dengan siap sedia alat tensi darah digital di rumah saja, Anda bisa memantau tekanan darah dengan rutin. Tapi, pastikan dulu Anda sudah tahu bagaimana cara cek tekanan darah di rumah dengan alat bernama tensimeter yang benar. Pasalnya, memantau hasilnya secara akurat bisa mempercepat penanganan yang tepat.
Anda yang masih belum tahu cara menggunakan tensimeter tidak perlu khawatir. Simak cara lengkapnya dalam artikel ini.
Cara Cek Tekanan Darah di Rumah dengan Mudah
Selain untuk memantau kondisi yang sudah ada, ada banyak manfaat pemeriksaan tekanan darah secara rutin bagi kesehatan. Misalnya saja sebagai deteksi awal hipertensi dan melakukan langkah pencegahannya. Pemeriksaan ini pun tidak sulit, alatnya sendiri bisa Anda beli, dan tersedia model digital yang cara membaca hasilnya sangat mudah.
Berikut ini cara menggunakan alat tensi darah digital sendiri di rumah:
- Atur terlebih dahulu napas dan juga suhu tubuh, pastikan semuanya sedang dalam kondisi yang normal.
- Letakkan lengan kiri pada permukaan datar seperti atas meja dengan telapak tangan menghadap ke atas.
- Masukan tangan ke dalam manset tensimeter sekitar 2 cm di atas lipatan siku dan kencangnya.
- Tekan menu start pada tensimeter dan tunggu sampai manset mulai mengembang dan memberikan tekanan pada lengan.
- Buat tubuh serileks mungkin dan juga tenang supaya hasilnya lebih akurat.
- Tetap tenang sampai manset mulai kempes dan tidak lama hasilnya akan muncul pada layar tensimeter.
- Anda bisa mencatat angka tensi yang keluar.
Cara Membaca Hasil Pemeriksaan Tensi
Setelah mencatat hasil pengukuran tensi, Anda bisa menyesuaikannya dengan kategori pemeriksaan standar. Melansir Alodokter, berikut ini kategori pemeriksaan yang bisa Anda cek:
1. Tensi Normal
Ketika tekanan darah Anda mencapai 120/80 mmHg atau di bawahnya artinya normal. Anda hanya perlu menjaga gaya hidup dan konsumsi makanan supaya tensi tetap normal.
2. Prahipertensi
Apabila Anda mencatat tensi sampai 120 – 129 mmHg sistolik, sedangkan diastolik kurang dari 80 mmHg, artinya Anda mengalami prehipertensi. Saat berada dalam kondisi ini, Anda sebaiknya mulai menjalani pola hidup yang lebih sehat lagi.
3. Hipertensi Derajat 1
Tekanan darah Anda mencapai 130-139 mmHg dan 80-89 mmHg? Itu artinya tubuh mengalami hipertensi derajat 1, yang perlu pemeriksaan ulang dokter untuk memastikannya.
3. Hipertensi Derajat 2
Ketika dua kali cek tensi hasilnya 140/90 mmHg, artinya Anda sudah mendekati hipertensi berbahaya. Sebaiknya mulailah untuk mengubah pola hidup ke yang lebih baik.
Cara cek tekanan darah di rumah tidaklah sulit, supaya hasilnya akurat Anda harus selalu rileks. Kenali juga angka yang muncul menunjukkan tensi tinggi atau rendah sehingga lebih cepat penanganannya. Hasil akan lebih akurat lagi jika Anda menggunakan alat tensi darah digital dari Omron yang tersedia dalam banyak model. Baik itu monitor tekanan darah lengan atas atau pergelangan tangan semuanya tersedia.
Yuk, mulai atasi hipertensi dengan rutin cek tensi dari sekarang!