Memilih dan menggunakan oli motor yang tepat dan sesuai dengan motor kita adalah hal yang penting, karena akan berpengaruh pada ketahanan mesin motor kita. Biasanya oli telah diformulasikan khusus dan disesuaikan dengan mesin yang akan menggunakannya. Misalnya saja, seperti oli spesialis dingin untuk motor matic yang memiliki formulasi khusus untuk mengatasi masalah mesin yang mudah panas pada motor matic. Bagi para pengendara motor, mungkin sudah banyak yang mengetahui bagaimana cara menentukan oli yang berkualitas baik atau memilih oli yang baik untuk motor kesayangannya. Namun, tahukah kalian siapa yang berhasil menemukan dan menciptakan oli untuk pertama kalinya? Jika kalian belum mengetahuinya, yuk kita bahas disini.
Cerita Penemuan Oli Motor
Oli motor pertama ditemukan di Amerika oleh John Ellis, yang mendirikan Continuous Oil Refining Company, perusahaan yang kemudian menjadi produsen oli Valvoline. Pada saat itu, Ellis yang merupakan seorang dokter, sedang meneliti fungsi minyak mentah sebagai obat. Namun, Ia tidak berhasil menemukan kegunaan minyak sebagai obat, dan justru menemukan kegunaan minyak mentah sebagai pelumas. Ellis pun memutuskan untuk meninggalkan profesi medisnya, dan kemudian mengembangkan pelumas yang seluruhnya berbasis minyak untuk mesin uap. Pada saat itu, mesin uap masih menggunakan kombinasi minyak dan lemak yang tidak efisien sebagai pelumas, dan Ellis membuat terobosan baru ketika ia membuat oli yang dapat bekerja efektif pada temperatur tinggi. Ini memicu perkembangan dalam teknologi mesin uap dan berakhir pada perkembangan Amerika Serikat dengan kereta-kereta yang lebih efisien dan kapal uap. Pada tahun 1873, Ellis mengganti nama perusahaannya menjadi Valvoline.
Oli motor digunakan sebagai pelumas untuk banyak sekali mesin, mulai dari mobil, motor, pemotong rumput, hingga genset. Di dalam mesin-mesin ini, bagian-bagian kadang bergesek dan gesekan ini akan mengurangi efisiensi dengan mengubah energi kinetik menjadi panas. Panas dan gesekan ini juga dapat merusak bagian-bagian tersebut, yang kemudian akan mengurangi efisiensi mesin. Ketika ini terjadi, mesin menjadi boros dan dapat rusak. Dengan pelumas, oli akan membuat lapisan pemisah antara permukaan-permukaan bagian bergerak yang bersebelahan untuk meminimalisasi kontak antara bagian-bagian mesin agar panas dan kerusakan akibat gesekan dapat berkurang, melindungi mesin. (Dana)
