Sangat sedikit orang yang tahu bahwa untuk menjaga pemanas air / water heater nya sehingga dapat dan terus berjalan dengan baik serta efisien prosedur pemeliharaan sangat sederhana perlu dilakukan, cukup mengetahui dan mempraktikkan beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat menggunakan water heater . (Ini datang dengan instruksi dan sering diabaikan.)
Ketika air dipompa ke tangki pemanas air Anda, kotoran, sedimen dan berbagai mineral akan mengendap di bagian bawah. Tergantung pada kualitas air Anda, “bahan-bahan” tambahan ini dapat mengurangi efisiensi pemanas air Anda dan tentunya akan membuat biaya pemeliharaan menjadi tinggi jika dibiarkan dalam jangka panjang.
Jika terus dibiarkan tanpa dibersihkan, maka kotoran-kotoran ini tidak hanya membuat pemanas air Anda bekerja lebih keras tetapi juga memungkinkan tangki Anda untuk berkarat dan pada akhirnya Anda harus mengganti seluruh unit pemanas air dimana hal tersebut tentunya sangat mahal. Hal-hal seperti ini sebenarnya sangat mudah pencegahannya dan biayanya pun sangat murah. Anda hanya perlu selang, ember, dan sarung tangan.
Langkah Mudah Memelihara Water Heater
Langkah 1: Penempatan water heater
- Anda perlu tahu di mana sebaiknya menempatkan water heater Anda. Water Heater sebaiknya ditempatkan di tempat yang mudah Anda jangkau sehingga memudahkan Ada pada saat akan membersihkannya.
- Hati-hati! Anda akan berurusan dengan gas / listrik dan air serta uap yang sangat panas.
Langkah 2: Menentukan apakah water heater Anda menggunakan Gas atau Listrik
- Langkah ini cukup sederhana. Lihatlah di sekitar tangki itu sendiri dan pada label peringatannya.
- Catatan: Baca instruksi pada tangki untuk mematikan gas dan atau listrik. Jangan hanya melakukannya kecuali Anda tahu apa yang Anda lakukan.
Langkah 3: Cari tahu dimana keran untuk mematikan air, di mana keran digunakan untuk melepaskan gas tekanan, dan letak pembuangan air
- Keran atau katup untuk mematikan air biasanya terletak di bagian atas dari pemanas air. Keran ini biasanya sama seperti keran air yang biasa kita gunakan di halaman belakang rumah.
- Keran pelepas tekanan juga terletak di atas. Biasanya terdapat label penanda di dekatnya dan ada pipa yang mengarahkan gas keluar dari pemanas air. Pipa ini biasanya menempel ke dinding. Menembus di sisi lain dinding dipasang kelanjutan dari pipa ini. Pipa pembuang tekanan ini biasanya diarahkan ke halaman belakang rumah. Pastikan tidak ada kotoran atau benda yang menghalangi keluarnya gas atau uap dari pipa tersebut.
- Pembuangan air terletak di bagian bawah. Biasanya terdapat moncong sederhana yang memiliki tali penarik sehingga selang dapat digantungkan.
Langkah 4: Matikan sumber pemanas
- Sekarang Anda tahu di mana pemanas air Anda dan bagaimana system beroperasinya (dengan gas atau listrik). Jika demikian maka Anda sudah siap untuk melakukan pemeliharaan. Pastikan untuk mematikan gas untuk pemanas air (jika gas) atau matikan pemutus sirkuit jika listrik. (Sekali lagi, baca instruksinya dengan seksama.). Ada baiknya Anda melakukan ini malam sebelumnya. Ini menghemat energi yang dibutuhkan untuk menghangatkan air yang nantinya akhirnya akan Anda kuras. Tidak perlu untuk memanaskan air jika Anda tidak akan menggunakannya.
- Ambil selang, atau ember dan juga tidak lupa untuk mengenakan sarung tangan untuk melindungi Anda dari kemungkinan uap panas dan atau air.
Langkah 5: Matikan air & pasang selang
- Seperti kata judul, matikan air untuk pemanas air dan pasang selang ke saluran pembuangan air.
Langkah 6: Buka pembuangan air & gas
- Selanjutnya buka saluran air untuk melepaskan air dari tangki pemanas air.
- Air akan mengalir dari selang dan kemudian perlahan-lahan berhenti. Hal ini karena katup pelepas tekanan harus dibuka untuk memungkinkan udara masuk ke dalam tangki. Sebuah vakum telah dibentuk dan tidak ada tambahan air akan terkuras dari tangki sampai vakum dibuka.
- Jangan khawatir jika air sedikit kotor pada saat pertama. Itu adalah kotoran dan sedimen yang mengendap. Ini adalah alasan mengapa Anda membersihkan pemanas air Anda. Hanya dengan menunggu 10 – 30 menit untuk memungkinkan semua air untuk terkuras.
Langkah 7 : Nyalakan air untuk menyiram sisa sedimen keluar.
- Tutup keran saluran pembuangan air dan lepaskan selangnya.
- Ambil ember dan tempatkan di bawah lubang pembuangan air
- Dengan katup tekanan masih terbuka, nyalakan air ke tangki air dan kemudian buka saluran air untuk memungkinkan sisa sedimen terdorong keluar. Biarkan air mengalir agak banyak. Pastikan untuk memeriksa air mengalir keluar dan kotoran sudah keluar semua.
Langkah 8 : Mengisi ulang tangki water heater
- Pastikan saluran pembuangan air di dasar tangki sudah ditutup.
- Tutup katup pelepas tekanan.
- Nyalakan air untuk mengisi tangki.
- Setelah tangki penuh Anda dapat menyalakan lagi gas atau listtriknya. Perhatian: Jangan nyalakan sistem pemanas air sebelum tangki air penuh. Jika tangki tidak penuh dapat menyebabkan kerusakan pada pemanas air Anda.
- Anda punya setahun penuh untuk menunggu dan melakukan pemeliharaan ini lagi.
Catatan 1: Jika Anda mau, Anda bisa menguras beberapa galon per bulan dari tangki Anda terutama jika Anda tinggal di suatu daerah dengan banyak sedimen dalam air Anda. Anda tidak perlu selang, cukup gunakan ember.
Catatan 2: Jika Anda mengalami kebocoran pada katup air atau katup tekanan pastikan bahwa katup-katup tersebut sudah diperbaiki dan ditutup dengan kencang.
Jadi pastikan untuk melakukan pemeliharaan rutin ini untuk menjaga semua bagian dari pemanas air Anda bekerja dengan baik. Selamat mencoba, semoga bisa bermanfaat! -apuy-