Scoliosis brace atau brace skoliosis Indonesia adalah alat kesehatan yang diberikan pada anak-anak atau remaja penderita skoliosis. Dilansir dari situs Healthline, perangkat ini berfungsi untuk membantu memperlambat atau bahkan menghentikan sepenuhnya kebengkokan tulang belakang pasien skoliosis sejak dini. Lantas, bagaimanakah pola kerja scoliosis brace ini pada tubuh penderitanya? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut! 

Untuk mengurangi atau mengobati kelengkungan tulang belakang, scoliosis brace perlu dikenakan di sekitar batang tubuh (torso) penderita. Alat ini menjadi satu-satunya opsi perawatan selain operasi bagi penderita skoliosis yang tersedia saat ini. Menurut laman Healthline, scoliosis brace dapat mengurangi kemungkinan kebutuhan operasi penderita skoliosis ketika ia mendewasa. Maka dari itu, mengenakan alat ini sejak dini dapat menjadi langkah pertama penyembuhan skoliosis.

Scoliosis brace memang dirancang untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan kelengkungan tulang belakang. Tak ayal, dua jenis kawat, yakni kawat kaku dan kawat dinamis, digunakan sebagai komponen penyusun alat kesehatan ini. Kawat yang kaku bertugas untuk memberikan tekanan pada tulang belakang penderita skoliosis dari beberapa titik. Sedangkan kawat yang dinamis bekerja untuk memperlambat perkembangan kurva kelengkungan melalui pelatihan membiasakan postur tubuh yang benar.

Secara umum, kedua kawat tersebut terbukti dapat memperlambat perkembangan skoliosis serta mengurangi keharusan penderita skoliosis untuk operasi. Namun, perlu diingat bahwa alat kesehatan ini tidak dapat meluruskan tulang belakang penderita skoliosis secara utuh dan permanen.

Pemakaian scoliosis brace untuk anak-anak dan remaja, menurut laman KidsHealth, perlu didasari pada pertumbuhan anak. Untuk itu, sebelum meresepkan jenis scoliosis brace pada penderita, ahli ortopedi biasanya akan memeriksa pertumbuhan tubuh dan tulang anak. Tahapan ini termasuk pada mengukur tinggi badan, meninjau soal menstruasi (pada anak gadis), hingga mengambil foto rontgen tulang pinggul, tangan, dan pergelangan tangan. Dengan begitu, penentuan model scoliosis brace akan sesuai dengan tingkat keparahan dan letak kebengkokan tulang belakang anak.

Menurut laman KidsHealth, scoliosis brace perlu dipakai oleh anak-anak maupun remaja sampai pertumbuhan tubuhnya berhenti. Artinya, terapi dengan alat kesehatan ini bisa berlangsung hingga beberapa tahun, bergantung pada tingkat kelengkungan tulang dan pertumbuhan tulang belakang anak.

Ya, alat ini memang sudah tidak lagi efektif untuk perawatan skoliosis ketika masa pertumbuhan berhenti, atau saat memasuki usia dewasa. Meskipun begitu, jangan berpikir bahwa orang dewasa dengan kondisi skoliosis tidak lagi bisa mendapatkan perawatan. Sebab perawatan tetap harus dilakukan agaar tidak semakin parah, salah satunya adalah dengan melakukan beberapa olahraga yang bisa dilakukan oleh penderita skoliosis. Tentunya, aktivitas yang dilakukan ini tetap harus berada dalam pengawasan dokter ya.

Demikianlah ulasan tentang cara kerja scoliosis brace pada penderita skoliosis. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.