Memastikan bahwa minyak rem masih dapat berfungsi dengan baik adalah hal wajib, karena minyak rem ini bisa menjadi penyebab rem blong. Namun, selain dari memperhatikan minyak rem dan komponen rem lainnya, ada baiknya jika kita juga memperhatikan oli mesin yang digunakan. Menggunakan oli mobil terbaik agar performa kendaraan tetap prima merupakan satu hal yang juga harus diperhatikan bagi pemilik mobil. Sebab pemilihan oli yang salah tidak hanya dapat mempercepat kerusakan mesin saja, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan berkendara.

Oli Mobil

Photo : Raja Mobil

Namun demikian, sayangnya masih banyak yang tidak paham nih mengenai oli terbaik untuk kendaraan mereka. Nah, berikut ini ada beberapa tips yang harus dipahami oleh pengguna mobil mengenai hal tersebut. Pasalnya, kita tidak bisa terus menerus bergantung pada mekanik karena mereka pun tak selamanya paham dengan mesin mobil yang kita kendarai. Sebagai pemilik, kitalah yang lebih memahami tentang seluk beluk kendaraan yang kita kemudikan. Ini dia penjelasan singkat mengenai beberapa hal yang harus dipahami:

  1. Spesifikasi mesin kendaraan. Hal paling esensial yang harus kita pahami tentunya adalah spesifikasi mesin kendaraan. Spesifikasi ini akan memudahkan kita untuk memilih oli mobil yang tepat berdasarkan karakteristik dan kebutuhan mesin. Untuk memahami spesifikasi mesin kendaraan, kita bisa mengeceknya di buku manual mobil.
  2. Tingkat kekentalan oli. Setelah memahami spesifikasi mesin kendaraan, hal yang selanjutnya harus diperhatikan adalah tingkat kekentalan oli. Setiap mobil, entah itu yang VVT, VVTi, dan lain sebagainya, membutuhkan tingkat kekentalan oli yang berbeda. Entah itu dengan kekentalan 10/40, 5/30, dan lain sebagainya. Ada pula mesin yang tidak cocok dengan oli 20/50 atau yang lebih kental.
  3. Kode API pada oli. API atau American Petrolium Institue merupakan sebuah kode standar yang menentukan kualitas oli. Biasanya, API ini memiliki dua tambahan huruf di belakangnya seperti API SN atau API CH. Semakin baru oli, maka kode alfabet dari tambahan huruf ini akan semakin jauh. Untuk itu, jika mobil yang digunakan merupakan mobil keluaran lama, maka tidak disarankan untuk menggunakan oli keluaran terbaru. Sebab biasanya mesin mobil lama tidak dirancang untuk menerima tingkat kekentalan oli tertentu.
  4. Kode W pada SAE. Huruf W yang sering menyertai kode SAE merupakan singkatan dari “Winter”. Ambillah contoh SAE 15W-50, itu artinya oli tersebut tingkat kekentalannya adalah SAE 15 untuk kondisi suhu dingin (15W) dan SAE 50 dalam kondisi panas.

Itu dia beberapa hal yang harus diperhatikan ketika hendak memilih oli mobil. Semoga bermanfaat!