Kanker adalah salah satu jenis penyakit kritis yang cukup sulit untuk ditangani. Apalagi, jika penyakit ini sudah sampai pada stadium akhir. Padahal, sebagian besar penderita kanker baru memeriksakan dirinya ketika kondisinya sudah cukup parah, dan baru terdeteksi kanker ketika sudah mencapai stadium 3 atau 4. Karena itulah, penyakit ini dianggap salah satu penyakit paling mematikan. Kondisi ini semakin diperparah dengan jumlah dokter Spesialis Kanker di Indonesia yang masih sangat terbatas jumlahnya. Onkolog atau Dokter Spesialis Kanker ini adalah Dokter yang memang khusus mempelajari mengenai penyakit Kanker.

Ketika seseorang terdeteksi mengidap kanker, maka pasien ini akan ditangani secara khusus oleh dokter spesialis kanker. Penanganan yang dilakukan meliputi perawatan kanker dengan radiasi atau yang disebut juga dengan radioterapi jika dalam bahasa medisnya ialah CT-Scan, Perlukah Pasien Kanker Melakukan CT-Scan ? Selain itu pengobatan kanker juga bisa dilakukan dengan kemoterapi, bahkan biasanya keputusan terakhir adalah dengan jalan operasi. Namun, jumlah dokter spesialis kanker yang terbatas, serta penyebarannya yang saat ini sebagian besar berada di Pulau Jawa membuat proses pengobatan penyakit ini di Luar Jawa menjadi semakin sulit.

Dokter Spesialis Kanker

Untuk dapat memenuhi kebutuhan penderita kanker di Indonesia yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun, maka Dokter Penyakit Dalam akhirnya diikutsertakan untuk menangani kanker hingga batas tertentu. Pemilihan Dokter Penyakit Dalam untuk membantu tugas Dokter Spesialis Kanker, karena saat masa pendidikan Dokter Penyakit Dalam sudah menempuh pendidikan dasar mengenai kanker. Dokter Penyakit Dalam akan diberikan pelatihan khusus mengenai penanganan kanker secara tepat dan profesional. Pelatihan ini diberikan secara bertahap di seluruh daerah di Indonesia. Diharapkan dengan cara ini, maka akan semakin banyak jumlah penderita penyakit kanker yang mendapatkan penanganan yang tepat, meskipun jauh dari jangkauan Dokter Spesialis Kanker.

Langkah awal yang dilakukan yaitu memberikan pengenalan mengenai penyakit ini kepada masyarakat di berbagai daerah. Harapannya, agar masyarakat lebih memahami mengenai penyakit ini, sehingga jika ada yang mengalami gejala awal penyakit ini akan mau untuk langsung berkonsultasi pada dokter. Pendeteksian dini terhadap penyakit ini akan sangat membantu dokter untuk menangani penyakit ini, serta melakukan pengobatan yang tepat untuk menanganinya. (Yv)